SMP Negeri 18 Tegal salurkan Donasi untuk Palestina melalui Lazizmu Kota Tegal

OSIS SMPN 18 Tegal menyerahkan hasil penggalangan dana “PEDULI PALESTINA” yang sudah terkumpul dari Kepala Sekolah, Guru, Karyawan dan juga seluruh Siswa SMP N 18 Tegal melalui LAZIZMU Kota Tegal pada hari Kamis 9 November 2023 untuk disalurkan kepada masyarakat Palestina, semoga bantuan yang diberikan bermanfaat dan membantu saudara kita di Palestina.

Kepala Sekolah SMP N 18 Tegal sangat mengapresiasi semangat kepedulian yang ditunjukkan para siswa, semoga menjadi pembelajaran pentingnya rasa empati terhadap sesama yang bisa diterapkan dalam kehidupan.

Belajar Sambil Wisata

Hari ini siswa kelas VIII UPTD SPF SMP Negeri 18 Tegal melaksanakan kegiatan study wisata ke Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kesiswaan yang diikuti oleh siswa kelas VIII meskipun tidak sedikit siswa yang tidak mengikuti kegiatan tersebut. Study Wisata dilaksanakan 2-3 hari ke depan dengan didampingi oleh beberapa guru dan guide dari biro.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat membuat laporan yang bersifat informatif. Semoga kegiatan study wisata ini berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun sampai pulang kembali dengan selamat. Aamiin.

Peduli Palestina, SMPN 18 Tegal Galang Donasi

OSIS SMPN 18 Tegal menyelenggarakan penggalangan dana sebagai simbol solidaritas untuk saudara kita di palestina. Aksi penggalangan dana berlangsung dari tanggal 1 – 3 November. Setelah pembiasaan tadarus, siswa siswi berbaris rapi untuk menyalurkan donasi terbaik mereka. Kegiatan ini diusung oleh OSIS dan segenap dewan guru untuk membantu saudara kita yang di Palestina karena sesama umat Islam diibaratkan sebagai satu tubuh. Donasi yang terkumpul sebesar 4.498.000 akan disalurkan lebih lanjut ke lembaga terkait.

Semoga niat tulus kami dan donasi ini dapat meringankan mereka.

Hari Sumpah Pemuda Momentum Kolaborasi yang Membangkitkan Semangat Pemajuan bagi Negeri  28 Oktober 2023 

Jakarta, 28 Oktober 2023 – Pada hari ini (28/10), Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-95 Tahun 2023. Momentum tersebut mengingatkan bangsa Indonesia terhadap sejarah gotong royong seluruh elemen pemuda yang berhasil menebar semangat jiwa patriotisme sekaligus menyatukan visi kebangsaan dalam Sumpah Pemuda 1928 yang melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti, mengimbau seluruh ekosistem dunia pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi untuk menjadikan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 ini untuk membangkitkan semangat kolaborasi dalam memajukan negeri. Hal itu disampaikannya saat memimpin upacara bendera Hari Sumpah Pemuda yang diikuti oleh perwakilan pegawai Kemendikbudristek di halaman Kantor Kemendikbudristek, Sabtu pagi (28/10).

“Perayaan Hari Sumpah Pemuda tahun ini harus kita jadikan momentum untuk membangun kolaborasi antargenerasi dan antarsektor,” ujarnya yang saat itu mengenakan busana adat asal daerah Aceh.

Merujuk naskah pidato Menteri Pemuda dan Olah Raga, Ario Bimo Nandito Ariotedjo, yang dibacakan oleh Sesjen Suharti, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 Tahun 2023 mengusung tema “Bersama Majukan Indonesia” dengan logo Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-95 bermakna membentuk stilasi barisan manusia yang menyimbolkan kolaborasi dan warna-warni menunjukkan keanekaragaman suku, bahasa, dan budaya. Heterogenitas tersebut sebagai sumber kekuatan dalam memajukan Indonesia.

Pemerintahan Republik Indonesia telah membuka luas partisipasi pemuda-pemudi generasi muda Indonesia hari ini telah seiring sejalan mewujudkan harapan masa depan Indonesia bersama-sama. Inklusifitas dalam ekosistem kolaborasi lintas generasi telah membangun optimisme kolektif bahwa sekarang para pemuda pemudi mendapatkan tempat terhormat di dalam pembangunan nasional.

Posisi Indonesia memang sedang berproses menyelesaikan persoalan korupsi, kemiskinan, pengangguran, narkoba, pornografi, hoaks, ujaran kebencian serta sejumlah problem bangsa lainnya. Tetapi semua itu bukan menjadi alasan bagi para pemuda untuk berhenti melaju menuju Indonesia maju dan menciptakan masyarakat adil dan makmur. Di sisi lain, perkembangan teknologi terkini dan arus informasi yang semakin cepat membuat kesenjangan penguasaan terhadap teknologi dan informasi antar generasi.

Demikian halnya dengan tatanan sosio-kultural, politik, dan bahkan bisnis yang dikontestasi. “Kita perlu bertanya apakah artificial intelligence telah digunakan optimal secara masif. Mengimbangi percepatan dan perubahan ini saja sudah cukup membuat kewalahan,” ucap Suharti.

Pada intinya, penguasaan pemuda terhadap Teknologi dan Informasi serta Literasi Digital menjadi sesuatu yang harus disikapi secara serius. Oleh karena itu, setiap pemuda perlu mempunyai visi, misi dan peran strategis untuk 30 tahun mendatang agar pembangunan dapat berlari lebih cepat. Strategi paling ampuh adalah dengan tolong-menolong lintas generasi dan gotong royong lintas sektor.
Kerja kolaboratif ini sesuai dengan amanah Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dan juga sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan agar implementasi koordinasi lintas sektor tersebut efektif menuju pencapaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).

Momen Hari Sumpah Pemuda ini, harus menjadi pencanangan kebulatan tekad semua pemangku kepentingan (stakeholder baik kementerian dan lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, organisasi kepemudaan, komunitas serta elemen-elemen lain.

“Untuk generasi muda Indonesia tetap semangat pantang menyerah untuk menjadikan Indonesia negara yang semakin baik di mata dunia,”

#MerdekaBelajar
#BersamaMajukanIndonesia
#HariSumpahPemuda2023
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor : 578/sipres/A6/X/2023

MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA, PULUHAN SISWA SMP NEGERI 18 TEGAL MELAKUKAN AKSI KAMPANYE.

Maraknya sampah plastik menjadi masalah yang serius dan memprihatinkan. Mengingat sampah plastik menjadi faktor kerusakan ekologi. Tidak hanya di lingkungan sekitar masyarakat, sampah plastik telah menyeluruh sampai di lingkungan sekolah.

Penanganan masalah sampah tersebut menjadi tanggung jawab bersama. Pengurangan penggunaan sampah plastik

harus dimulai sejak sekarang. Begitu juga dengan pembiasaan mengurangi penggunaan sampah plastik yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, khususnya kepada siswa di lingkungan sekolah.

Terkait dengan hal itu, dalam rangka menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Tegal, siswa UPTD SPF SMP Negeri 18 Tegal melakukan hal yang luar biasa. Mereka menggelar kegiatan Kampanye Adiwiyata tentang Pengurangan Sampah Plastik, Sampah Non Organik, Konservasi air dan energi. Kegiatan tersebut melibatkan 10 siswa Kader Adiwiyata, 30 siswa perwakilan dari setiap jenjang kelas, dan guru pendamping sekolah. Kegiatan positif tersebut dilaksanakan di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat pada hari senin, 20 Maret 2023.

Ketua Tim Adiwiyata UPTD SPF SMP Negeri 18 Tegal, Drs. Dul Ali mengungkapkan bahwa kegiatan kampanye adiwiyata ini bagian dari program Kelompok Kerja Adiwiyata UPTD SPF SMP Negeri 18 Tegal, dimana untuk kader dan perwakilan siswa yang turun ke jalan untuk melakukan kampanye ke masyarakat sekitar untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, serta menginformasikan pentingnya pengolahan sampah dan pemilihan sampah.” Ungkap Dul Ali.

Hal yang ditekankan Drs. Dul Ali adalah memberi edukasi kepada siswa agar mencintai lingkungan, dan memahami pentingnya kebersihan, penghijauan, hemat air dan hemat listrik. Kedepannya kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi dampak positif bagi siswa agar dapat menjiwai dalam melakukan aktivitas sehari-hari baik di sekolah maupun di luar sekolah (tempat tinggalnya) terutama yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Kegiatan Kampanye Adiwiyata tersebut dilakukan dari pukul 08.00-09.30 WIB di mulai disekitar Jl. Abdul Syukur, lalu Jl. Pati, dan kembali lagi ke sepanjang jalan Abdul Syukur. Kader Adiwiyata beserta siswa yang ikut kampanye membentangkan poster berisi kalimat tentang pentingnya menjaga kebersihan, penghijauan, hemat air, dan hemat listrik.

Serta membawa kantung plastik besar untuk membersihkan sampah yang terdapat di sekitar jalan yang dilalui. Setelah selesai kampanye di luar sekolah, kader adiwiyata beserta siswa kembali kesekolah dan berkeliling ke lingkungan sekolah untuk kampanye dan mengambil sampah yang terdapat di lorong sekolah yang dilewati oleh siswa yang ikut kampanye adiwiyata. “Melalui kegiatan kampanye adiwiyata ini diharapkan tak hanya siswa saja namun semua warga sekolah ikut andil dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan bersih.”ungkap Dul Ali.