Setelah sukses meraih predikat Adiwiyata Provinsi, SMP N 18 Tegal kini tengah bersiap melangkah ke panggung yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Adiwiyata Nasional. Berbagai persiapan matang terus digenjot oleh seluruh warga sekolah guna memenuhi indikator Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) yang disyaratkan oleh pemerintah pusat.
Langkah menuju tingkat nasional ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan sebuah komitmen jangka panjang untuk memperkuat karakter peduli lingkungan yang melekat pada setiap siswa dan warga sekolah.
Gotong Royong Membenahi Lingkungan Sekolah
Sejak beberapa bulan terakhir, suasana di [Nama Sekolah] tampak lebih dinamis dengan berbagai aksi nyata. Mulai dari penataan fisik lingkungan hingga pembenahan sistem administrasi dan dokumen lingkungan dilakukan secara simultan.
Beberapa fokus utama persiapan yang sedang berjalan saat ini meliputi:
- Revitalisasi Fasilitas Ramah Lingkungan: Perbaikan dan optimalisasi fungsi rumah kompos, pengaktifan kembali lubang biopori, serta pemeliharaan instalasi hidroponik dan tanaman obat keluarga (Toga).
- Penguatan Manajemen Sampah: Penyempurnaan sistem bank sampah sekolah dan penerapan aturan yang lebih ketat mengenai pembatasan plastik sekali pakai (zero-waste) di area kantin.
- Kurikulum Berbasis Lingkungan: Guru-guru menyusun dan mengintegrasikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang secara aktif menyisipkan edukasi lingkungan di semua mata pelajaran.
“Persiapan menuju Adiwiyata Nasional ini membutuhkan kerja keras dan konsistensi. Namun, modal terbesar kami adalah semangat gotong royong. Semua bergerak, mulai dari guru, staf, siswa, hingga komite sekolah dan orang tua,” ungkap Bpk Surip, S.Pd.,M.Pd, Kepala SMP N 18 Tegal.
Membangun Kebiasaan, Bukan Sekadar Formalitas
Ketua Tim Adiwiyata, Bpk. Sucipto, S.Pdi menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam persiapan ini adalah konsistensi perilaku.
“Kami tidak ingin gerakan ini hanya terlihat rapi saat tim penilai datang. Oleh karena itu, kampanye operasi semut (pungut sampah spontan), hemat energi listrik, dan penghematan air terus kami gaungkan setiap hari melalui pengeras suara sekolah maupun aksi nyata di kelas,” jelasnya.
Sinergi dengan pihak luar juga terus diperkuat, termasuk pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat serta kemitraan dengan masyarakat sekitar sekolah untuk mengampanyekan gerakan pilah sampah dari rumah.
Dengan seluruh ikhtiar yang tengah berjalan, keluarga besar SMPN 18 Tegal optimis dapat memberikan yang terbaik pada proses verifikasi lapangan dan penilaian Adiwiyata Nasional yang dijadwalkan akan berlangsung pada Agustus mendatang.
Mari kita dukung bersama garis awal perjuangan ini demi mewujudkan SMP N 18 Tegal sebagai sekolah yang bersih, sehat, asri, dan lestari!
https://s.id/MenujuAdiwiyataNasionalSMPN18Tegal